INDAHNYA KEDAMAIAN
Ditulis kembali oleh Tata Sutabri.
Dalam bahasa arab kata 'Iman' memiliki akar kata dengan kata 'aman' yang berarti seorang mukmin sudah selayaknya mendatangkan rasa 'aman' dan melahirkan kedamaian di dalam hatinya, lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kedamaian hanya akan dimiliki oleh orang yang mampu berpikir dan bertindak secara proaktif bukan bersifat reaktif, dalam al-Quran surat Ali-Imran ayat 110 Allah berfirman.
'Engkau adalah umat yang terbaik diantara manusia untuk mengajak dalam kebaikan (ma'ruf) dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah. 'Kata 'amar ma'ruf' atau mengajak kebaikan maknanya adalah memanusiakan manusia, sedangkan 'nahi mungkar' lebih dimaknai sebagai pembebasan dari kemiskinan dan kebodohan dan 'tu'minuna billah' artinya dimensi keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ketika kita mengaku beriman, ada dua prinsip penting yang kita telah nyatakan, Pertama diri kita percaya secara total kepada Allah semata. Kedua, pernyataan iman berarti menjadikan diri kita adalah pribadi yang dipercaya oleh sesama. Aspek pertama bahwa sikap dan kepatuhan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan aspek kedua, implikasi dari kepatuhan kita kepada Allah melahirkan rasa aman dan damai terhadap sesama, lingkungan dan masyarakat.
Bila kita orang yang beriman menebarkan rasa aman dan kedamaian maka tidak ada ruang di dalam hati kita untuk marah, bertindak anarkhis bahkan menghancurkan dan yang lebih esensial seorang mukmin berjuang membebaskan masyarakat dari belenggu penindasan kebodohan dan kemiskinan sebagaimana Nabi Muhammad membebaskan masyarakat jahiliyah di kota Mekah dari ketertindasan kebodohan dan kemiskinan.
Betapa indahnya kedamaian bila insan yang beriman dan dengan keberimanannya menebarkan rasa aman dan kedamaian bagi sesamanya. (sumber: agussyafii)
[tatasutabri/250510/sentra.edukasi.anak.bangsa]
Visit MY BLOG : tata-sutabri.blogspot.com
Senin, 24 Mei 2010
POLUSI dari dalam RUMAH
Tahukah anda?. Rumah kita berpolusi, justru karena kita terlalu berusaha keras untuk membuat rumah kita nyaman. Bayangkan saja, kita membungkus rapat rumah kita agar terhindar dari udara panas atau dingin yang berasal dari luar. Agar ruangan dalam rumah nyaman, kita menggunakan pendingin udara ketika udara panas dan memasang penghangat ruangan di musim hujan. Tanpa kita sadari, tindakan tersebut justru merugikan kita. Mengapa ?.
Karena dengan menutup semua pintu dan jendela rumah, kotoran dalam rumah terperangkap di dalamnya. Akibatnya, rumah kita pun tercemar, dan pencemaran ini bukan hanya terjadi di rumah kita saja, akan tetapi bisa terjadi juga di kantor, sekolah, kampus, mall dan tempat-tempat yang tertutup lainnya.
Sebuah badan pemerhati lingkungan di Amerika mengatakan bahwa, tingkat pencemaran udara dalam ruangan tertutup bisa mencapai 2 sampai 5 kali, bahkan terkadang sampai 100 kali lebih tinggi dibanding pencemaran udara di luar ruangan. Fakta ini sangat mengerikan mengingat kita menghabiskan 90% waktu kita dalam ruangan yang tertutup, baik di rumah, di kantor, di kampus, di sekolah maupun di mall. (sumber: orbit.3.T8)
[tatasutabri/140510/sentra.edukasi.anak.bangsa]
Visit MY BLOG : tatasutabri.blog.com
Karena dengan menutup semua pintu dan jendela rumah, kotoran dalam rumah terperangkap di dalamnya. Akibatnya, rumah kita pun tercemar, dan pencemaran ini bukan hanya terjadi di rumah kita saja, akan tetapi bisa terjadi juga di kantor, sekolah, kampus, mall dan tempat-tempat yang tertutup lainnya.
Sebuah badan pemerhati lingkungan di Amerika mengatakan bahwa, tingkat pencemaran udara dalam ruangan tertutup bisa mencapai 2 sampai 5 kali, bahkan terkadang sampai 100 kali lebih tinggi dibanding pencemaran udara di luar ruangan. Fakta ini sangat mengerikan mengingat kita menghabiskan 90% waktu kita dalam ruangan yang tertutup, baik di rumah, di kantor, di kampus, di sekolah maupun di mall. (sumber: orbit.3.T8)
[tatasutabri/140510/sentra.edukasi.anak.bangsa]
Visit MY BLOG : tatasutabri.blog.com
Kamis, 13 Mei 2010
Puisi POLIGAMI
PUISI POLIGAMI
Puisi suami kepada istri.
Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun terlalu silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yang juga mengharap aku sinari
Jadi..Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku…
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak Marah...
Puisi istri kepada suami.
Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN ciptakan
Karna mereka juga seperti aku... butuh penyinaran
Dan akupun juga,
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII. ........
Bila kau hanyalah lilin yang berkekuatan 5 watt, Jangan bermimpi Menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang pencahayaanmu yang telah aku mengerti untuk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ???...
PLEASE DEH.......!!!
(sumber: milistetangga)
[tatasutabri/140510/sentra.edukasi.anak.bangsa]
Visit MY BLOG : tatasutabri.wordpress.com
Puisi suami kepada istri.
Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun terlalu silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yang juga mengharap aku sinari
Jadi..Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku…
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak Marah...
Puisi istri kepada suami.
Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN ciptakan
Karna mereka juga seperti aku... butuh penyinaran
Dan akupun juga,
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII. ........
Bila kau hanyalah lilin yang berkekuatan 5 watt, Jangan bermimpi Menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang pencahayaanmu yang telah aku mengerti untuk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ???...
PLEASE DEH.......!!!
(sumber: milistetangga)
[tatasutabri/140510/sentra.edukasi.anak.bangsa]
Visit MY BLOG : tatasutabri.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)